Breaking News
Home / info olahraga / Belajar Formal di Kalangan Atlet Harus Mulai Dihidupkan

Belajar Formal di Kalangan Atlet Harus Mulai Dihidupkan

   

Sudah saatnya kini untuk para allet di Indonesia menambah nilai jual mereka melalui pendidikan formal menurut penilaian dari Alan Budikusuma. Berdasarkan dari pengalamannya, Alan Budikusuma tidak mempungkiri bahwa kala jadwal latihan yang rutin dan mengikuti turnamen nasioanal mau pun internasional sangat menguras energi bagi para atlet, dan sudah tidak ada waktu untuk pendidikan formal mereka.

Dimana yang kita ketahui, bahwa atmosfer olahraga juga tidak mendukung para atlet untuk bersekolah. Biasanya, beasiswa yang didapat atau diterima adalah biasiswa untuk bulu tangkis, bukan sekolah melainkan kursus tersendiri yang dituntut untuk berprestasi di bidangnya tanpa memperdulikan pendidikan.

Dimana banyak sekolah yang tidak bisa memberi dispensasi terhadap atlet dikarenakan padatnya jadwal untuk latihan. Alan Budikusuma yang beruntung dikarenakan suskes menjadi pemain tunggal putra dunia pada olimpiade 1992 di Barcelona dengan mendali emas.

alan-budikusuma

Dengan status sebagai pemain tunggal putra dunia, Alan tidak cukup untuk mendapatkan atau menjadi karyawan dalam suatu perusahaan, Alan bersama dengan Susi susanti istrinya membangun perusahaan peralatan olah raga.

“Saya sangat ingin pendidikan untuk altlet mulai di kembangkan kembali, ya setidaknya untuk para atlet yang medioker atau atlet yang tidak jadi supaya tidak bingung nantinya,” kata Alan.

“Ya seperti saya dulu di klub Djarum, terdapat 200 orang yang ingin menjadi atlet dan meraih medali akan tetapi cuma 10 persen atau sekitar 20 orang saja. Lantas bagaimana dengan sisa nya? Dan untuk menjadi atlet dunia atau top itu banyak sekali kendalanya seperti contoh mengalami cedera dan tidak dapat meneruskan karier nya lagi.”

“Saya sangat berharap banyak pada pemerintah untuk mewujudkannya seperti sekolah olahraga di Ragunan di kembalikan lagi seperti semula. Untuk saaat ini, seorang atlet atau olahragawan diharuskan mengerti soal pendidikan sehingga kehidupannya lebih baik lagi kalau sudah tidak menjadi atlet lagi,” tutup Alan.

Iklan

About kang odon

Check Also

3 Kegagalan Liga Olahraga Dunia

   Seperti yang telah kita semua pelajari sejak masih kecil, bahwa dibutuhkan sejumlah besar kegagalan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *