Breaking News
Home / Berita Bola / Gol kontroversial Ruidiaz

Gol kontroversial Ruidiaz

   

Satu lagi tim favorit juara harus terhenti langkahnya di ajang Piala Amerika Centenario 2016 dalam babak penyisihan grup. Setelah tim yang sudah mengoleksi gelar juara sebanyak 15 kali tersingkir, kini giliran Brazil yang mengikuti jejak tersebut dengan tersingkir akibat kerasnya persaingan di Grup B. Dibanding dengan Uruguay, cara Brazil tersingkir sangatlah pahit. Gol kontroversial dari Ruidiaz membuat Brazil harus mengakhiri kompetisi lebih cepat, yakni hanyak sampai penyisihan grup.

Padahal Brazil hanya butuh hasil imbang di pertandingan tersebut untuk dapat lolos ke perempat final, Tapi justru tim yang di asuh Dunga ini harus dipermalukan Peru 0-1 pada pertandingan hari Minggu (12/6). Dengan hanya mengoleksi 4 point dari satu kemenangan dan satu seri serta satu kekalahan, membuat Coutinho dan kawan – kawan harus puas menempati peringkat ketiga klasemen Grup B, dibawah Peru 7 point, dan Ekuador 5 point.

Kegagalan Brazil untuk lolos dari fase grup nampaknya menjadi sejarah buruk yang harus terulang lagi. Ini merupakan kali keduanya Tim Samba harus terhenti di fase grup sejak Piala Amerika 1987 di Argentina. Ketika itu Brazil yang di perkuat oleh Romario dan Careca juga hanya meraih satu kemenangan di fase grup. Namun bedanya ketika itu satu kemenangan hanya menghasilkan dua point.

Hasilnya, Brazil harus kalah dengan Cile yang akhirnya bisa lolos ke semifinal, karena memang hanya meloloskan satu tim dari setiap grup kala itu. Akan tetapi tersingkir Brazil pada ajang kali ini sangatlah menyakitkan. Di menit ke -75, Peru berhasil membuka kebuntuan lewat gol yang diciptakan oleh Raul Ruidiaz. Bermula dengan pergerakan dari Andy Polu lalu melepaskan umpan silang, lalu Ruidiaz telihat menceploskan bola dengan tangannya ke gawang Brazil. Gol inilah yang membuat geram para pemain serta pelatih sampai dengan fans Brazil.

“Dalam suatu pertandingan yang seharusnya berakhir imbang. Saya tidak paham mengapa wasit tetap mengesahkan gol itu,” ucap Dungan dengan nada yang kesal pada konferensi pers yang dilakukannya setelah laga berakhir. “ Jelas pemain peru itu menggunakan tangan. Saya tidak paham mengapa mereka bisa menghabiskan waktu selama empat menit untuk berkomunikasi tetapi tidak menemui kesepakatan. Hakim garis juga tidak memberi sinyal kalau itu adalah gol, karena ia melihat itu adalah handsbal,” tambah Dunga.

Akhirnya Andres Cunha, wasit yang memimpin laga tersebut terus dihujani kritikan. Kubu Brazi menganggap kalau wasit yang berasal dari Uruguay tersebut tidaklah memiliki kecakapan dalam memimpin laga yang krusial itu. Padahal Brazil juga seharusnya diberi hadiah penalty setelah beberapa kali Philippe Coutinho dijatuhkan di kotak terlarang.

Bahkan Dani Alves sempat protes kepada sang hakim di tengah – tengah pertandingan. Apa karena Negara asal wasit tersebut tersingkir, akhirnya wasit tersebut memutuskan untuk menyingkirkan raksasa Brazil itu? Memang dunia bola penuh dengan teka – teki kontroversial.

Iklan

About kang odon

Check Also

Man City Kalah, Liverpool Tinggal Butuh Enam Poin Lagi untuk Juarai Liga Inggris

    MANCHESTER – Kekalahan Manchester City dari Manchester United di laga pekan ke-29 Liga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *