Breaking News
Home / kesehatan / Riset Terbaru WHO tentang Bahaya Zika

Riset Terbaru WHO tentang Bahaya Zika

   Baru-baru ini Organisasi kesehatan dunia ,WHO telah menyampaikan hasil penelitian terbarunya mengenai bahaya dari virus zika. Disamping menyebabkan cacat pada otak yang baru lahir, ternyata diketahui bahwa virus zika ini juga memicu sindrom Guillain-Barre.

Sindrom guillain-barre atau disingkat GBS ini adalah penyakit autoimun langka yang mengakibatkan kerusakan pada saraf tepi. Dimana timbul gejala-gejala seperti pelemahan pada kedua sisi otot tubuh yakni dari bagian tubuh atas hingga menjalar ke kaki.

Dikatakan juga oleh perwakilan WHO kepada media bahwa, “Diketahui infeksi virus zika ketika kehamilan dapat menyebabkan cacat otak, termasuk mikrosefali. Hal ini berdasarkan bukti-bukti yang tersedia dari wabah infeksi zika dan pengelompokkan mikrosefali.”

Sebelumnya, berdasarkan pengujian pada bulan Maret 2016 serta bukti-bukti sementara WHO menyatakan bahwa infeksi zika memang menyebabkan GBS, mikrosefali, dan gangguan saraf lainnya. Bahayanya virus ini sudah hampir berkembang di sejumlah negara-negara berkembang lainnya tidak hanya di Brazil.

Pengembang riset permasalahan virus Zika ini mengatakan, “Virus ini cukup ganas sehingga apabila satu orang saja sudah terinfeksi, sebaiknya lakukan tindakan cepat. Virus ini bersifat menyebar, usahakan untuk sebisa mungkin menghindari kerebat yang sedang terjangkit.” Dalam beberapa biografi para ahli, mereka juga mengatakan perkembangan virus zika diperkirakan akan sampai ke seluruh dunia apabila hal ini tidak cepat ditanggapi dengan serius.

Sama halnya seperti virus DBD pada beberapa tahun lalu yang sempat berkembang di sejumlah negara termasuk Indonesia, sudah ditemukan beberapa solusi handalnya. Sekarang adalah masanya virus zika, tinggal saat ini hanyalah mencari solusi pemecah untuk virus yang satu ini.

Baca Juga :

Iklan

About kang odon

Check Also

3 Kegagalan Liga Olahraga Dunia

   Seperti yang telah kita semua pelajari sejak masih kecil, bahwa dibutuhkan sejumlah besar kegagalan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *