Ada 2 faktor yang mempengaruhi tinggi badan. Yang pertama adalah penyebab factor keturunan atau genetik. Tentunya dalam hal ini orangtualah yang sangat berpengaruh besar. Jika ibu dan ayahnya berbadan tinggi semapan, besar kemungkinannya anak mereka juga mempunyai tinggi badan yang semapan.
Namun apabila kedua orang tuanya memiliki tinggi yang berbeda, maka sang anak mempunyai 2 kemungkinan, bisa mewarisi gen ibu atau ayah, atau juga seimbang, sehingga tinggi anak akan merata-rata tinggi mereka.
Yang kedua merupakan factor dari kualitas hidup. Orang-orang dengan tinggi dibawah 160 cm biasa dikategorikan sebagai kurang tinggi, atau pendek. Hal ini bisa juga dipengaruhi dari pola hidupnya sendiri. Contohnya saja pola makan yang tidak seimbang. Anak yang kekurangan gizi berkemungkinan untuk bertubuh kecil, dimana pertumbuhannya terhambat hingga bertahun-tahun, karena asupan gizi yang tidak seimbang, padahal yang sangat penting dalam proses perkembangan tinggi badan adalah pada pertumbuhan tulang.
Disamping itu mengenai kasus memanjangkan tubuh agar lebih tinggi yang konon menggunakan suntik peninggi badan? Sebelumnya telah dikatakan bahwa terdapat 2 upaya yang dapat dilakukan untuk meninggikan badan, bisa dengan cara medis atau dengan olahraga. Namun kedua cara ini hanya berlaku pada kualitas hidup. Berbeda halnya dengan faktor genetik atau keturunan.
Apabila masalahnya masih karena faktor yang kedua, maka masih bisa diperbaiki dengan sejumlah usaha. Namun pada umumnya usaha meninggikan badan ini juga ada batasan umurnya. Biasanya pada wanita batas pertumbuhan efektifnya maksimal hingga di usia 18 tahun, sedangkan bagi laki-laki mencapai usia 20-an.
Olahraga seperti halnya basket, berenang, voli, bersepeda, bulutangkis, dan lari akan sangat membantu dalam proses meninggikan tubuh. Contohnya permainan basket, yang melibatkan peran bahu dan otot paha, bila sering dilatih maka dapat merenggangkan tubuh menjadi lebih tinggi. Sejumlah olahraga dengan prinsip yang sama dapat berdampak pada peninggian badan, yang melibatkan tangan dan kaki.
Namun olahraga hanya diibaratkan sebagai perangsang untuk otot mengalami perubahan. Jika rutin dilakukan, tidak mustahil akan terjadi perubahan seperti yang diharapkan.
Baca Juga :
- Olahraga yang Cocok bagi Penderita Diabetes
- Perkembangan dan Perkenalan Olahraga Golf di Dunia